Saya lahir 9 September 1978, didaerah pegunungan pacitan tepatnya di wilayah Gunung Limo. Saya merupakan anak satu-satunya dari pasangan nikah kedua orang tua saya. Saya dibesarkan dikeluarga miskin yang pencahariannya cukup untuk makan sehari-hari. Beda dengan teman-teman sepermainan saya yang meminta apa saja dari orang tuanya akan dituruti. Namun saya bersyukur saya hidup ada pada lingkungan yang religi sehingga dapat saya jadikan background dalam kehidupan ini. Menurut saya, saya tidak mempunyai kelebihan apa-apa, atau sifat yang lain dari teman-teman saya artinya saya sama pada teman kebanyakan. Namun banyak teman menilai saya, saya orang yang keras dan selalu idialis (ma'af ini bukan penilaian saya). Namun apapun komentar yang diberikan dari teman-teman saya, saya tidak mau ambil pusing, yang penting buat saya, saya harus berusaha hidup sesuai dengan standard yang ada pada qur'an dan hadits.Pada tahun 1984 saya masuk SDN 136 dan lulus pada tahun 1990. Kemudian masuk ke MTS GUPPI di Sidomulyo dan lulus pada tahun 1993. Selulusnya dari MTS GUPPI saya melanjutkan ke MAN PACITAN dengan masuk jurusan A1 (agama) dan lulus pada tahun 1996. Setamatnya dari MAN saya pergi ke Riau tepatnya di Dumai dan bekerja pada perusahaan PT.ADMAL AGUNG INDONESIA selama lebih kurang 1 tahun, dan kemudian melanjutkan kuliah pada Fakultas Hukum UNILAK di Pekanbaru pada tahun 1997 dan diwisuda pada tahun 2001. Setelah selesai pendidikan S1 saya di rekrut kembali oleh AAI pada bagian Hukum dan Pertanahan, sampai dengan tahun 2003. Pada tahun 2003 saya diminta oleh Notaris di Batam, HM SAID untuk menjadi Asisten di kantor Notarisnya sampai dengan 2004. Pada tahun 2004 saya bergabung dengan PT. SADP sampai dengan 2005, dan setelah itu saya berwirausaha sendiri sampai den
Pada Tanggal 12 Januari 2007 Saya menikah di Dumai dan Alkhamdulillah pada tanggal 14 Nopember 2007 kami dikaruniai seorang anak laki-laki oleh Sang Khaliq. Inilah foto kami ambil pada Senen 17.35 WIB, 7 Juli 2008 di Komplek Perumahan Pertamina UP.II Dumai, sewaktu Abdi anak kami baru berusia 7 bulan 25 hari.
Beliau adalah Ibu saya yang mengandung saya selama 12 bulan sembilan hari, ya ... tepat.... satu tahun lebih sembilah hari usia saya dikandungan menurut orang tua
Nama : Abdillah Fatih (Hamba Allah Penakluk Kemungkaran)
TTL : Dumai, 14 Nopember 2007.
Ayah : Dedy
Ibu : Agustini
Fatih : Dengan nama ini semoga Allah meridhoimu untuk menjadi sang penakluk setiap kemungkaran dimanapun engkau pijakkan kakimu.
Peganganmu cukup Alquran dan Alhadits, jangan kau sentuh-sentuh pegangannya Yahudi, Nasrani, Majusi dan kitabnya setan. Ingat selalu sabda Junjungan kita berpegang teguhlah pada tali Allah dan RasulNya niscaya kamu sekali-kali tidak akan tersesat dan disesatkan.
Kenangan Terakhirku di Dumai
Hari ini merupakan hari yang terakhir aku bekerja, esoknya aku harus pindah di suatu tempat yang terbilang masih daerah terpencil. Aku tidak bisa lagi dengan bebas mengakses rekan-rekanku karena memang daerah yang aku masuki ini masih minim dengan tehnologi. Namun aku bersyukur sinyal seluler sudah ada disana.
Aku tidak tahu apakah aku mempunyai jiwa dagang dan ketekunan seperti ibuku, namun tekatku hanya ingin merubah keadaan ekonomi keluarga agar lebih baik dan lebih baik dari yang sekarang. Keadaan ekonomiku sekarang memaksa aku harus cepat ambil tindakan agar benar-benar tidak terpuruk untuk sekarang dan yang akan datang.
Ini semua aku lakukan demi keluargaku, Ibuku, Istriku dan anakku, karena aku tidak mau anakku kelak hidup dalam keadaan terbatas seperti aku sekarang ini. Permohonanku pada Tuhan Semesta Alam Allah Swt adalah semoga kami selalu dicurahkan lindungan, ketabahan, keimanan dan kesehatan. Semoga bintang kejayaan selalu menyertai kami. Amin.
Aku tidak tahu apakah aku mempunyai jiwa dagang dan ketekunan seperti ibuku, namun tekatku hanya ingin merubah keadaan ekonomi keluarga agar lebih baik dan lebih baik dari yang sekarang. Keadaan ekonomiku sekarang memaksa aku harus cepat ambil tindakan agar benar-benar tidak terpuruk untuk sekarang dan yang akan datang.
Ini semua aku lakukan demi keluargaku, Ibuku, Istriku dan anakku, karena aku tidak mau anakku kelak hidup dalam keadaan terbatas seperti aku sekarang ini. Permohonanku pada Tuhan Semesta Alam Allah Swt adalah semoga kami selalu dicurahkan lindungan, ketabahan, keimanan dan kesehatan. Semoga bintang kejayaan selalu menyertai kami. Amin.
Ma'afkan bapak nak, kini engkau jauh dari eyangmu, nenekmu dan pakdemu.
